Kairo, (29 November 2025), Lebih dari 50 peserta dari kalangan Ma’had Bu’uts Al-Islamiyyah dan Dirosah Khoshoh mengikuti Seminar “Seputar Imtihān Qobul” yang berlangsung pada pukul 12.00 CLT di Aula Keluarga Mahasiswa Jambi Mesir (KMJ MESIR). Kegiatan ini diadakan oleh Partner Pendidikan DK Indonesia (PPDI) dengan tujuan membantu pelajar memahami persiapan Imtihān dan mengurangi rasa khawatir dalam menghadapi ujian tersebut.
Acara dibuka dengan pembacaan Al-Qur’an oleh Ust. Prabu, disusul sambutan oleh Ketua Pelaksana Ust. Mudrik Humaidi yang menegaskan pentingnya kesiapan mental dan strategi belajar bagi para peserta. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ust. Fadhil Ramadansyah mewakili Akademisi DK dan Ma’had.
Sepanjang seminar, PPDI menghadirkan dua pemateri utama, Ust. Muhammad Tsaqif dan Ust. Muhammad Mizani Rachman, yang menyampaikan materi secara berkesinambungan mengenai tantangan persiapan qobul, strategi belajar, serta kisi-kisi penting pada māddah Nahwu dan Fiqih.
Ust. Tsaqif—peraih mustawa tsanawy 2 pada usia 16 tahun—menyampaikan bahwa ujian qobul memang membutuhkan usaha dan disiplin tinggi, namun kesulitan itulah yang mengantarkan pada hasil yang manis, sebagaimana ungkapan Mahfuzat “laa malladzata illā ba‘da ta‘ab.”
Materi dilanjutkan oleh Ust. Mizani yang menekankan bahwa penguasaan Nahwu dan Fiqih adalah bekal jangka panjang untuk keberlanjutan studi di Mesir. Ia juga mendorong peserta untuk belajar mandiri dan percaya diri sebagai Ṭālib al-‘Ilm.
Seminar ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh Ust. Fikri Al-Zuhdi, diiringi harapan agar para pelajar dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam menghadapi Imtihān qobul mendatang.